Tentang Napan Persada
PT Napan Persada berawal dari PT Nawa Panduta, yang kemudian berkembang dan dikenal sebagai PT Napan Persada. Perusahaan ini dirintis pada Maret 1972 oleh Henry Setiawan Pribadi bersama dua saudaranya, Andry Pribadi dan Wilson Pribadi.

Sejak pertengahan 1980-an, Napan Persada mulai menunjukkan arah diversifikasi bisnis melalui kepemilikan saham di berbagai perusahaan, baik secara langsung oleh Napan maupun melalui keluarga Pribadi. Strategi ekspansi ini mengantarkan Napan Group menjadi salah satu kelompok usaha terkemuka pada era 1990-an, dengan posisi sebagai konglomerasi terbesar ke-39 di Indonesia pada tahun 1991.
Saat ini, PT Napan Persada beroperasi sebagai perusahaan induk yang membawahi sejumlah entitas anak di berbagai sektor industri, termasuk manufaktur, sumber daya alam, telekomunikasi, dan perhotelan.
Produsen bahan kemasan plastik. Informasi lebih lanjut tersedia di arghakarya.com
Perusahaan telekomunikasi yang mengoperasikan merek seperti Netstar dan Central. Informasi lebih lanjut tersedia di cps.co.id dan netstar.id
Perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan batu alam. Informasi lebih lanjut tersedia di intinusa.com
Perusahaan yang mengelola Pasar Pagi Mangga Dua,
sebuah pusat perdagangan utama di Jakarta.Informasi lebih lanjut tersedia di pasarpagimanggadua.com
Mengkhususkan diri dalam produksi benang karet dan didukung oleh empat lini produksi yang efisien. Informasi lebih lanjut tersedia di omnimax
Perusahaan yang mengelola Grand Candi Hotel Semarang, Jawa Tengah.
Informasi lebih lanjut tersedia di grandcandihotel.com
Produsen Medium Density Fiberboard (MDF). Informasi lebih lanjut tersedia di spf.co.id
Perjalanan Kami
1980
PT Argha Karya Prima Industry memulai operasinya di Indonesia sebagai produsen pertama Biaxially Oriented Polypropylene (BOPP) film di Asia Tenggara, sekaligus menetapkan tolok ukur awal dalam industri kemasan plastik di kawasan ini.
1985
PT Centralindo Panca Sakti (CPS) memulai kegiatan usahanya dan berkembang menjadi salah satu grup telekomunikasi dan multimedia terkemuka di Indonesia, yang menyediakan solusi konektivitas dan komunikasi terintegrasi.
1989
PT Intinusa Selareksa Tbk memasuki industri batu alam Indonesia dan berkembang menjadi salah satu pemain utama, dengan fokus pada pengolahan dan distribusi marmer, granit, laminated flooring, serta produk cubicle toilet.
1989
PT Praja Puri Indah Real Estate mengembangkan Pasar Pagi Mangga Dua, yang kemudian tumbuh menjadi salah satu pusat perdagangan terkemuka di Jakarta dan mendukung aktivitas komersial berskala besar.
1989
PT Cilatexindo Graha Alam mengkhususkan diri dalam produksi benang karet dan didukung oleh empat lini produksi yang efisien.
1998
Grand Candi Hotel Semarang, yang dioperasikan oleh PT Niagatama Arsaraya, mulai menyambut para tamu sebagai salah satu ikon perhotelan di Jawa Tengah, melayani wisatawan bisnis maupun rekreasi.
2003
PT Sumatera Prima Fiberboard (SPF) memulai kegiatan produksinya dan dikenal sebagai salah satu produsen Medium Density Fiberboard (MDF) utama di Indonesia, yang melayani pasar domestik maupun ekspor.
2020
Netstar, merek di bawah naungan PT Centralindo Panca Sakti (CPS), resmi diluncurkan. Seluruh pelanggan, infrastruktur, dan perizinan dikonsolidasikan dalam satu identitas merek untuk menghadirkan layanan yang lebih terintegrasi dan efisien.
