Apa Itu Big Data? Pengertian, Karakteristik, dan Contohnya
- Napan Persada Group
- Jul 14
- 2 min read
Siapa yang tidak punya smartphone? Gawai kecil yang masuk kantong celana ini mampu memproses berbagai informasi dalam hitungan detik. Mulai dari pesan teks, foto, video, transaksi perbankan, hingga lokasi GPS—semuanya bisa dilakukan dengan satu sentuhan jari saja.
Tahukah Anda bahwa semua itu membentuk suatu kumpulan data berukuran besar dan kompleks yang dikenal dengan istilah “big data”?
Jika Anda pernah mendengarnya tapi tidak pernah tahu benar-benar apa itu big data dan mengapa konsep ini begitu penting untuk kehidupan sehari-hari, yuk simak selengkapnya melalui artikel di bawah ini.

Pengertian Big Data
Big data merujuk pada sekumpulan data dalam jumlah sangat besar, bervariasi, dan cepat bertambah. Kumpulan data ini juga diperoleh dari berbagai sumber, baik itu media sosial, perangkat IoT, transaksi Data yang kompleks ini tidak dapat diproses menggunakan metode konvensional sehingga membutuhkan otak pintar yang dapat memilah dan menganalisis data tersebut secara efektif.
Pengelolaan big data dilakukan untuk menghasilkan wawasan yang bermanfaat untuk pemangku kepentingan, seperti perilaku konsumen, tren pasar, hingga prediksi masa depan yang bermanfaat bagi bisnis di mana-mana.
Karakteristik Big Data (5V)
Volume. Salah satu ciri khas big data yang paling menonjol adalah volume data yang sangat besar. Data yang terkumpul seringkali melebihi kapasitas penyimpanan konvensional di pasaran.
Velocity. Kecepatan memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap lalu lintas big data. Big data harus dapat diakses dalam waktu yang cepat dan memuat semua tampilannya sekaligus. Misalnya, update status di media sosial yang terjadi setiap detik secara real-time.
Variety. Big data umumnya terwujud dalam berbagai bentuk yang berbeda, baik terstruktur, semi terstruktur, maupun tidak terstruktur.
Veracity merupakan keakuratan dan keandalan data. Semakin banyak data yang dikumpulkan, semakin besar tantangan untuk memastikan validitasnya.
Value adalah nilai yang bisa diperoleh dari analisis data. Big data yang dikelola dengan baik bisa menghasilkan keputusan bisnis yang lebih tepat sasaran.
Selanjutnya 5 Kelebihan Cloud Computing untuk Bisnis Anda
Contoh Penerapan Big Data dalam Kehidupan Nyata
Big data bukan hanya istilah teknis yang dipahami oleh para IT. Faktanya, banyak dari kita yang sudah memanfaatkan hasil analisis big data dalam kehidupan sehari-hari, seperti:
E-commerce. Platform belanja online menggunakan big data untuk merekomendasikan produk kepada Anda. Rekomendasi tersebut merupakan hasil analisis riwayat pencarian dan pembelian pengguna.
Transportasi online. Aplikasi transportasi online menganalisis big data untuk mengatur estimasi waktu kedatangan, lokasi pengemudi terdekat, dan harga dinamis.
Kesehatan. Rumah sakit atau startup kesehatan menggunakan big data untuk memantau gejala pasien, menganalisis pola penyakit, hingga meningkatkan diagnosis. Big data juga bisa membantu memperlancar proses konsultasi telemedicine dan memperoleh obat-obatan menggunakan resep digital.
Perbankan. Tentu saja bank dan fintech menggunakan big data untuk mengoperasikan semua transaksi dan lalu lintas informasi terkini. Big data juga digunakan untuk mendeteksi penipuan, menganalisis risiko kredit, dan memberikan penawaran yang sesuai dengan kebutuhan tiap nasabah.

Big data telah menjadi pondasi penting dalam transformasi digital di berbagai sektor. Memahami karakteristik dan potensi besar yang dimilikinya dapat membantu bisnis dan organisasi untuk membuat keputusan yang lebih akurat, cepat dan berbasis data nyata.
Akses big data tanpa hambatan dengan mempercayakan koneksi internet Anda pada provider yang handal. Nikmati koneksi internet bebas hambatan dan tanpa FUP dari Netstar (www.netstar.id) sekarang juga.